Kamis, 02 Maret 2017

Cara Menentukan PH Larutan Penyangga, Asam Basa, Asam Kuat, Garam Dengan Indikator Manual

Kali ini www.zarkasi.com akan membahas tentang kimia yaitu sebuah materi yang sangat banyak di cari cari diantaranya adalah cara menentukan ph larutan dengan indikator universal,cara menentukan ph larutan penyangga,cara menentukan ph larutan asam dan basa,cara menentukan ph larutan asam kuat,cara menentukan ph larutan asam basa,cara menentukan ph larutan garam,cara menentukan ph larutan dengan beberapa indikator,cara menentukan ph larutan jenuh,cara menentukan ph larutan hcl,cara menentukan ph larutan dengan menggunakan indikator, oke langsung saja kita kemateri, pertama sy akan membuat contoh soal.

Contoh soal dan pembahasan tentang cara menghitung pH dan pOH larutan asam basa berdasarkan konsentrasi ion [H+]  dan [OH] SMA kelas 11 IPA. Dibahas pH dari larutan asam kuat, basa kuat, asam lemah, basa lemah juga campuran atau dari reaksi asam basa. Berikut contoh-contoh soal yang bisa dipelajari.
Soal No. 1
Tentukan pH dari suatu larutan yang memiliki konsentrasi ion H+ sebesar 10− 4 M dengan tanpa bantuan alat hitung kalkulator!
Pembahasan
Menghitung pH larutan atau pOH larutan.
Diketahui data:
[H+] = 10−4, dengan rumus yang pertama untuk mencari pH

Sehingga:

Ingat kembali rumus logaritma:

pH larutan adalah 4. 

Soal No. 2
Tentukan pH dari suatu larutan yang memiliki konsentrasi ion H+ sebesar 2 × 10−4 M. Gunakan nilai log 2 = 0,3
Pembahasan
[H+ ] = 2 × 10−4, dengan rumus yang sama,

Ingat sifat log berikut

Soal No. 3
Suatu larutan diketahui memiliki nilai pH sebesar 3. Tentukan besar konsentrasi ion H+ dalam larutan tersebut!

Pembahasan
Data:
pH = 3
[H+] = .....


Soal No. 4
Suatu larutan diketahui memiliki nilai pH sebesar 2,7. Tentukan besar konsentrasi ion H+ dalam larutan tersebut!

Pembahasan
Data:
pH = 2,7
[H+] = .....
Dengan rumus yang sama dan perhitungan memakai bantuan kalkulator


Soal No. 5
Suatu larutan diketahui memiliki nilai pH sebesar 2,7. Tentukan besar konsentrasi ion H+ dalam larutan tersebut dengan tanpa kalkulator, diberikan log 2 = 0,3!

Pembahasan
Data:
pH = 2,7
[H+] = .....

Soal No. 6
Suatu larutan diketahui memiliki pH sebesar 4,5. Tentukan pOH dari larutan tersebut!

Pembahasan
Data:
pH = 4,5
pOH =...

pH + pOH = 14
4,5 + pOH = 14
pOH = 14 − 4,5 = 9,5

Soal No. 7
Suatu larutan diketahui memiliki pOH sebesar 11,2. Tentukan pH dari larutan tersebut!

Pembahasan
Data:
pOH = 11,2
pH =...

pH + pOH = 14
pH + 11,2 = 14
pH = 14 − 11,2 = 2,8

Soal No. 8
Jika tetapan suatu asam HA 10−5, pH larutan HA 0,1 M adalah....
A. 5
B. 4
C. 3
D. 2
E. 1
(umptn 1996)

Pembahasan
Menentukan pH melalui tetapan asam yang diketahui:


dimana:
Ka = tetapan ionisasi asam
M = konsentrasi asam

Sehingga


Soal No. 9
Tentukan pH dari larutan H2SO4 0,005 M

Pembahasan
H2SO4 termasuk asam kuat dan diasumsikan mengion dengan sempurna sebagai berikut:
H2SO4     →     2H+    +      SO42−
0,005 M        0,01 M         0,005 M

[H+] = 0,01 M = 10−2 M
pH = − log (10−2) = 2

Soal No. 10
Tentukan nilai pH larutan NH3 0,1 M diketahui Kb = 10−5!
Pembahasan
Menentukan pOH dari basa lemah terlebih dahulu melalui tetapan ionisasi basa yang diketahui:


Sehingga


Soal No. 11
Jika harga Kb NH3 = 2 ⋅ 10−5 maka pH larutan NH3 0,2 M adalah....
A. 11 + log 2
B. 11 − log 2
C. 8 − log 2
D. 8 + log 2
E. 3 − log 2
(uan 2002)

Pembahasan
Menentukan pOH dari basa lemah terlebih dahulu melalui tetapan ionisasi basa yang diketahui:


Soal No. 12
Suatu larutan memiliki pH = 2. Tentukan pH larutan jika diencerkan dengan air seratus kali!

Pembahasan
Data:
Diencerkan 100 x berarti V2 = 100 V1
pH = 2, berarti [H+] = 10−2
pH setelah diencerkan =....

V2M2 = V1M1


Soal No. 13
Bila larutan asam kuat (pH = 1) diencerkan dengan air sepuluh kali, tentukan pH setelah pengenceran!

Pembahasan
Lakukan seperti nomor 11, akan diperoleh hasil nilai pH = 2
Soal No. 14
Dalam suatu wadah terdapat larutan CH3COOH 0,1 M sebanyak 400 mL (Ka = 10 -5).



Ke dalam larutan kemudian dicampurkan H2SO4 0,001 M sebanyak 600 mL. Tentukan pH campuran tersebut!

Pembahasan
Menentukan pH campuran Asam dengan Asam.
Tentukan terlebih dahulu konsentrasi ion H+ dari pencampuran tersebut:


dengan data:
H2SO4 (asam kuat)
0,001 M sebanyak 600 mL
V1 = 600 mL
[H+]1 = M × valensi asam = 0,001 × 2 = 0,002 M

CH3COOH (asam lemah)
0,1 M sebanyak 400 mL (Ka = 10 -5)
V2 = 400 mL
[H+]2 = √(Ka × M) = √(10 -5 × 0,1 M) = 0,001 M

Konsentrasi H+ dengan demikian adalah


pH campuran:

Soal No. 15
Dalam sebuah wadah terdapat 400 mL larutan NH3 0,1 M (α = 1%) kemudian ditambahkan 600 mL larutan Ba(OH)2 0,001 M. Tentukan:
a) [OH ] dari NH3
b) [OH -] dari Ba(OH)2
c)  pH campuran

Pembahasan
a) [OH ] dari NH3
NH3 termasuk basa lemah. Sehingga [OH ] darinya adalah
[OH ] = M × α = 0,1 × 1/100 = 10 −3 M

b) [OH ] dari Ba(OH)2
Ba(OH)2 termasuk basa kuat. [OH ] dari Ba(OH)2 adalah
[OH ] = M × valensi = 0,001 × 2 = 0,002 = 2 × 10 −3 M

c) pH campuran
Dengan rumus campuran dua macam basa berikut


dimana
V1 = 400 mL
[OH ]1 = 10 −3 M

V2 = 600 mL
[OH ]2 = 2 × 10 −3 M

diperoleh [OH ] campuran


pOH dan pH dari campurannya adalah

Soal No. 16
Diberikan larutan 250 mL HCl 0,02 M yang dicampurkan dengan 250 mL NaOH 0,01 M. Tentukan pH larutan yang diperoleh!

Pembahasan
Tentang campuran asam kuat dan basa kuat. pH campuran tergantung dari sisa reaksi jika ada. Terlebih dahulu menentukan mol-mol asam - basa yang bereaksi untuk kemudian mengetahui sisanya.

Dari 250 mL HCl 0,02 M diperoleh data:
V = 250 mL
M = 0,02
mol = V × M = 250 × 0,02 = 5 mmol

Dari 250 mL NaOH 0,01 M diperoleh data:
V = 250 mL
M = 0,01
mol = V × M = 250 × 0,01 = 2,5 mmol

Reaksi yang terjadi:


Tersisa 2,5 mmol HCl pada volume campuran V = 250 mL + 250 mL = 500 mL. Sehingga [H+] adalah
[H+] = 2,5 mmol / 500 mL = 5 × 10−3 mol/L = 5 × 10−3 M

pH campurannya:
pH = − log [H+]
= − log (5 × 10−3)
= 3 − log 5
= 2,3
Soal No. 17
Diberikan larutan 250 mL HCl 0,01 M yang dicampurkan dengan 250 mL NaOH 0,01 M. Tentukan pH larutan yang diperoleh!

Pembahasan
Seperti soal sebelumnya, asam kuat dicampur basa kuat:
Dari 250 mL HCl 0,01 M diperoleh data:
V = 250 mL
M = 0,01
mol = V × M = 250 × 0,01 = 2,5 mmol

Dari 250 mL NaOH 0,01 M diperoleh data:
V = 250 mL
M = 0,01
mol = V × M = 250 × 0,01 = 2,5 mmol

Reaksi yang terjadi:


Tidak ada sisa dari asam kuat maupun basa kuat. Untuk kasus seperti ini pH = 7.

Soal No. 18
Diberikan larutan 250 mL HCl 0,01 M yang dicampurkan dengan 250 mL NaOH 0,02 M. Tentukan pH larutan yang diperoleh!
Pembahasan
Larutan dari asam kuat dicampur basa kuat:
Dari 250 mL HCl 0,01 M diperoleh data:
V = 250 mL
M = 0,01
mol = V × M = 250 × 0,01 = 2,5 mmol

Dari 250 mL NaOH 0,02 M diperoleh data:
V = 250 mL
M = 0,02
mol = V × M = 250 × 0,02 = 5 mmol

Reaksi yang terjadi:


Tersisa 2,5 mmol NaOH pada volume campuran V = 250 mL + 250 mL = 500 mL. Sehingga [OH] adalah
[OH] = 2,5 mmol / 500 mL = 5 × 10−3 mol/L = 5 × 10−3  M

pOH campurannya:
pOH = − log [OH]
= − log (5 × 10−3)
= 3 − log 5
= 2,3
pH campurannya:
pH = 14 − 2,3 = 11,7
Soal No. 19
Diberikan larutan HCl 200 mL dengan pH = 2 yang dicampurkan dengan 200 mL NaOH dengan pOH = 4. Tentukan pH larutan yang diperoleh!

Pembahasan
Prinsipnya sama seperti 3 soal sebelumnya. Disini diketahui pH dan pOH dari masing-masing asam dan basa hingga dapat ditentukan dulu mol asam dan basa yang bereaksi.

Data:
Dari HCl 200 mL dengan pH = 2
V = 200 mL
pH = 2 → [H+ ] = 10 −2 M
mol H+ = M × V = 10 −2 × 200 mL = 2 mmol

Karena
HCl → H+ + Cl
2 mmol ← 2 mmol

mol HCl = 2 mmol

Dari NaOH 200 mL dengan pOH = 4
V = 200 mL
pOH = 4 → [OH ] = 10 −4 M
mol OH = M × V = 10 −4 × 200 mL = 0,2 mmol  
mol OH = M × V = 10 −4 × 200 mL = 0,02 mmol
Karena
NaOH → Na+ + OH
0,02 mmol ← 0,02 mmol

mol NaOH = 0,02 mmol

Reaksi yang terjadi antara HCl dan NaOH :


Tersisa HCl sebanyak 1,98 mmol pada campuran dengan volum V = 200 mL + 200 mL = 400 mL. Setelah mengetahui [H+], dapat dilanjutkan menghitung pH nya:

Soal No. 20
80 mL NaOH 0,1 M dicampur dengan 80 mL HCl 0,1 M. pH larutan yang dihasilkan adalah....
A. 4
B. 7
C. 8
D. 9
E. 11

Pembahasan
Data:
80 mL NaOH (basa kuat) 0,1 M → 8 mmol
80 mL HCl (asam kuat) 0,1 M → 8 mmol

Reaksi yang terjadi:


Tidak ada sisa baik dari asam ataupun basa, reaksi dari asam kuat dan basa kuat yang tanpa sisa menghasilkan larutan dengan pH 7. Jawaban : B
Cara menghitung pH dari larutan penyangga dapat dilihat di artikel yang bertitle "Larutan penyangga dan PH". Untuk cara hidrolisis garam di artikel yang bertitel "Hidrolisis Larutan Garam dan pH".


Identifikasi asam, basa, dan garam dapat dilakukan dengan mnggunakan indikator. Indikator yang dapat digunakan adalah indikator asam basa. Indikator adalah zat-zat yang menunjukkan indikasi berbeda dalam larutan asam, basa, dan garam. Cara menentukan senyawa bersifat asam, basa, atau netral dapat menggunakan kertas lakmus dan larutan indikator atau indikator alami.

Identifikasi Asam, Basa, dan Garam

Berikut adalah beberapa cara menguji sifat larutan.

Identifikasi dengan Kertas Lakmus

Warna kertas lakmus dalam larutan asam, larutan basa dan larutan bersifat netral berbeda. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Sifat dari masing-masing kertas lakmus tersebut adalah sebagai berikut.
Kertas lakmus
  1. Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.
  2. Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.
  3. Lakmus merah maupun biru dalam larutan netral tidak berubah warna.
Identifikasi Asam, Basa, dan Garam

Identifikasi Larutan Asam dan Basa Menggunakan Indikator Buatan

Indikator buatan sering disebut indikator universal. Indikator universal berupa kertas yang mengandung bahan tertentu. Indikator ini dapat berubah warna tertentu sesuai tingkat keasaman atau kebasaan zat. Perubahan warna terjadi ketika indikator dicelupkan ke dalam asam atau basa. Indikator universal dapat digunakan untuk menentukan asam, basa, atau garam, sekaligus nilai pH-nya.
Identifikasi Larutan Asam dan Basa Menggunakan Indikator Buatan
Cara menentukan pH dengan mencelupkan kertas indikator universal ke dalam larutan yang diuji. Perubahan warna pada kertas indikator universal dicocokkan dengan kertas warna pada kemasan. Warna indikator menyatakan nilai pH.
Indikator-indikator di atas hanya menunjukkan perubahan warna tanpa menunjukkan harga pH (tingkat keasaman atau kebasaan yang tepat). Jadi, harga pH hanya perkiraan sesuai trayek pH-nya.
Oleh karena itu, sekarang ini digunakan pH-meter. pH-meter yaitu alat yang dapat menunjukkan pH suatu zat secara langsung. Alat ini lebih akurat dan mudah daripada menggunakan indikator lainnya. pH-meter menggunakan elektroda yang dihubungkan dengan skala pH-meter seperti gambar berikut. pH-meter dapat digunakan untuk mengukur pH tanah, air sungai, dan berbagai jenis larutan.
PH meter Untuk indikator asam basa garam
pH menyatakan ukuran tingkat keasaman atau kebasaan suatu zat. pH mempunyai skala dari 1 hingga 14. Zat yang bersifat asam mempunyai pH kurang dari 7. Semakin kuat tingkat keasaman zat, nilai pH-nya semakin rendah. Zat dengan pH = 1 mempunyai sifat yang sangat asam, misalnya asam klorida. Zat dengan pH = 7 dikatakan mempunyai pH netral. pH netral berarti tidak bersifat asam maupun basa, contohnya air murni. Sebaliknya, zat yang bersifat basa mempunyai pH di atas 7. Semakin kuat tingkat kebasaan suatu zat, nilai pH-nya semakin tinggi. Zat dengan pH = 14 bersifat sangat basa, misalnya natrium hidroksida (NaOH).
Kertas Indikator Asam Basa Garam Buatan

Identifikasi Larutan Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami

Percobaan yang telah kita lakukan adalah mengidentifikasi suatu larutan bersifat asam, basa atau netral dengan menggunakan kertas lakmus. Adakah cara lain untuk mengidentifikasi suatu larutan? Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan sendiri di rumah, yaitu dengan menggunakan indikator alami. Berbagai bunga yang berwarna atau tumbuhan, seperti daun, mahkota bunga, kunyit, kulit manggis, dan kubis ungu dapat digunakan sebagai indikator asam
basa. Ekstrak atau sari dari bahan-bahan ini dapat menunjukkan warna yang berbeda dalam larutan asam basa.
Identifikasi Larutan Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami
Sebagai contoh, ambillah kulit manggis, tumbuklah sampai halus dan campur dengan sedikit air. Warna kulit manggis adalah ungu (dalam keadaan netral). Jika ekstrak kulit manggis dibagi dua dan masing-masing diteteskan larutan asam dan basa, maka dalam larutan asam terjadi perubahan warna dari ungu menjadi cokelat kemerahan. Larutan basa yang diteteskan akan mengubah warna dari ungu menjadi biru kehitaman.
Dari uraian diatas dapat kita ketahui bahwa indikator-indikator yang dapat kita gunakan untuk mengidentifikasi asam, basa dan garam yaitu indikator dengan kertas lamus indikator buatan dan indikator alami. Dari indikator tersebut diatas secara sederhana kita dapat melihat perubahan warna yang ada, sehingga kita dapat melakukan identifikasi asam, basa dan garam.

Itulah diatas  Cara Menentukan PH Larutan Dengan Indikator Universal semoga materi diatas memuaskan,,

Related Posts

Cara Menentukan PH Larutan Penyangga, Asam Basa, Asam Kuat, Garam Dengan Indikator Manual
4/ 5
Oleh